Beranda Pendidikan Anggaran Perawatan Ratusan Juta, Perubahannya Masih Jadi Misteri di SMKN 1 Jayakerta

Anggaran Perawatan Ratusan Juta, Perubahannya Masih Jadi Misteri di SMKN 1 Jayakerta

24
0
SMKN 1 Jayakerta. (Bulmernews.id)
SMKN 1 Jayakerta. (Bulmernews.id)

KARAWANG, BulmerNews.ID – Anggaran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMKN 1 Jayakerta, Kabupaten Karawang, tercatat tidak main-main nilainya.

Pada tahun 2024, sekolah tersebut menerima dana sebesar Rp682.830.000, sementara pada tahun 2025 tercatat Rp672.300.000.

‎Yang menarik perhatian justru pada pos anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana. Tahun 2024 tercatat sebesar Rp192.445.000, lalu naik tipis pada tahun 2025 menjadi Rp193.775.530.

‎Angka yang cukup besar untuk sekadar “memelihara”. Namun ketika menengok kondisi di lapangan, bangunan sekolah tampak tidak banyak berubah.

‎Dinding masih sama, fasilitas masih begitu-begitu saja, bahkan sebagian terlihat seperti belum pernah “disentuh” anggaran ratusan juta tersebut.

‎“Kalau hampir Rp200 juta dipakai untuk pemeliharaan, seharusnya ada yang berubah. Jangan sampai yang dirawat hanya laporan anggarannya saja,” ungkap Dede, pemerhati pendidikan.

‎Situasi ini membuat publik mulai bertanya-tanya: apakah dana pemeliharaan itu bekerja secara ghaib, atau memang bekerja sangat “halus” sampai tidak terlihat oleh mata?

‎Jika benar hampir Rp200 juta setiap tahun dialokasikan untuk pemeliharaan, logikanya setidaknya ada jejak perbaikan yang bisa dilihat.

‎Mulai dari renovasi ringan, perbaikan fasilitas, hingga peningkatan sarana belajar. Namun hingga kini, indikasi tersebut belum tampak jelas di lapangan.

‎Kondisi ini pun memunculkan dugaan adanya kejanggalan dalam pengelolaan Dana BOS di sekolah tersebut.

‎Agar polemik ini tidak berubah menjadi cerita panjang tanpa jawaban, pihak terkait didorong untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan anggaran Dana BOS di SMKN 1 Jayakerta.

‎Selain itu, rencananya laporan dan permohonan klarifikasi juga akan disampaikan melalui mekanisme Keterbukaan Informasi Publik guna memastikan transparansi pengelolaan dana pendidikan yang seharusnya digunakan untuk kepentingan siswa.

‎Publik tentu berharap dana pendidikan benar-benar digunakan untuk memperbaiki fasilitas sekolah, bukan sekadar mempercantik angka di atas kertas.

‎“Audit diperlukan agar jelas: uangnya bekerja di bangunan sekolah atau hanya sibuk di dokumen,” pungkasnya. (Lan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini