Beranda Daerah Menelusuri Jejak Sejarah Berdirinya Kabupaten Karawang

Menelusuri Jejak Sejarah Berdirinya Kabupaten Karawang

96
0
Tugu padi Karawang. (Bulmernews.id)
Tugu padi Karawang. (Bulmernews.id)

BULMER – Kabupaten Karawang merupakan salah satu wilayah bersejarah di Provinsi Jawa Barat yang memiliki peran penting dalam perjalanan panjang peradaban Sunda.

Sejarah berdirinya Karawang tidak dapat dipisahkan dari tokoh ulama sekaligus pemimpin masyarakat, Syekh Hasanuddin, yang lebih dikenal dengan sebutan Syekh Quro.

‎Pada awal abad ke-15, wilayah Karawang masih berupa hutan belantara dan kawasan rawa-rawa yang berada di bawah pengaruh Kerajaan Sunda Pajajaran. Syekh Quro datang ke wilayah ini sekitar tahun 1418 Masehi dengan tujuan menyebarkan ajaran Islam.

Ia menetap di daerah yang kini dikenal sebagai Pulo Bata, Kecamatan Batujaya. Kehadiran Syekh Quro menjadi titik awal berkembangnya pusat pemukiman dan aktivitas keagamaan di Karawang.

‎Syekh Quro tidak hanya berperan sebagai penyebar agama, tetapi juga sebagai tokoh pemersatu masyarakat. Melalui pendekatan budaya dan pendidikan, Islam berkembang secara damai dan diterima oleh masyarakat setempat.

Dari pusat pengajarannya, lahir tokoh-tokoh penting, salah satunya Subang Larang, yang kelak menjadi permaisuri Prabu Siliwangi dari Kerajaan Pajajaran. Hal ini menunjukkan bahwa Karawang memiliki posisi strategis dalam sejarah penyebaran Islam di Tatar Sunda.

‎Seiring berjalannya waktu, wilayah Karawang berkembang menjadi kawasan pertanian yang subur. Letaknya yang berada di dataran rendah dengan aliran Sungai Citarum menjadikan Karawang dikenal sebagai lumbung padi.

Perkembangan ekonomi dan jumlah penduduk mendorong terbentuknya sistem pemerintahan lokal yang lebih terstruktur.

‎Secara administratif, Karawang resmi berdiri sebagai kabupaten pada 14 September 1633, yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Jadi Kabupaten Karawang.

Pada masa itu, Karawang berada di bawah kekuasaan Kesultanan Mataram Islam. Pengangkatan Raden Singaperbangsa sebagai Adipati Karawang pertama menandai awal pemerintahan resmi di wilayah tersebut.

‎Sejak saat itu, Karawang terus berkembang dan memainkan peran penting dalam berbagai periode sejarah, mulai dari masa kerajaan, kolonial Belanda, perjuangan kemerdekaan, hingga era modern.

Julukan “Gumi Pangkal Perjuangan” melekat kuat pada Karawang karena wilayah ini menjadi saksi bisu perjuangan para pejuang bangsa, khususnya dalam peristiwa Rengasdengklok menjelang Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

‎Hingga kini, Kabupaten Karawang terus tumbuh sebagai daerah industri dan pertanian, tanpa meninggalkan akar sejarah dan nilai-nilai budaya yang telah membentuk identitasnya sejak berabad-abad lalu.

@bulmernewsid

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini